KLASIFIKASI BAJA RINGAN

Sejak jaman dulu penggunaan kayu dalam rangka atap atau konstruksi dalam sebuah banguna memanglah sangat lazim.Namun untuk sekarang ini sudah ada alternative pengganti kayu yakni baja ringan, baja ringan merupakan matrial yang dibentuk dalam kondisi dingin(cold-formed steel)dengan ketebalan berkissar 0,4mm hingga 3mm.

    Baiklah akhirnya penulis dapat menyampaikan sedikit ilmu ini yang didapatt dari mata kuliah Mekanika Bahan Progam Study Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang Semester 2, setelah mencari refrensi dari berbagai pakar akhir kata penulis dapat merangkumnya di rangkumantekniksipil.blogspot.com ini , dan semoga dapat bermanfaat bagi semuanya Amiin.
 
rangkumantekniksipil.blogspot.com

Kekuatan baja ringan

      Meskipun tipis namun baja ringan memiliki derajad kekuatan tarik yang tinggi yakni sekitar 55MPa, sementara baja biasa hanya 300MPa. Dalam kerangka atap perhitungan kuda kuda baja ringan sangat berbeda dengan kayu yakni cenderung lebih rapat bila beban yang dipikul semakin pendek.

 Kenapa pakai baja ringan? 

       Salah satu alas an kenapa pakai baja ringan pastinya karena material ini mempunyai kelebihan adapun kelebihan baja ringn antar lain :

  1. Bobotnya yang ringan bila dibandingkan dengan kayu.
  2. Beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah (jadi lebih irit strukturnya)
  3. Baja ringan bersifat non combustible(tidak membesarkan api)
  4. Tidak dimakan rayap
  5. Pemasanag lebih relative cepat dari pada kayu
  6. Baja ringan nyaris tidak memiliki nilai muai, dan nilai susutjadi tidak berubah karena panas dan dingin. Namun dibalik kelebihan pasti ada kekurangan atau kelemahan. 


Adapun kelemahan dari baja ringan antara lain adalah.

  1. Kerangka atap baja ringan tidak bisa diexpose seperti kayu, system kerangkanya yang berbentuk jaringan kurang menarik tanpa penutup plofond. 
  2. Karena strukturnya yang seperti jarring ini maka bila ada salah satu bagian yang salah hitung akan menyeret bagian lainnya , maksudnya bila ada salah satu bagian struktur kurang memenuhi syarat keamanan maka kegagalan bisa terjadi secara keseluruhan. 
  3. Rangka atap baja ringan tidak seflaksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk sebagai profil. 
  4. Mutu dan kualitas baja ringan untuk struktur atap kurang terjamin. 


Harga dari baja ringan ini berfariasi, tergantung wilayahnya adapun penyebabnya perbedaan harga antara lain :

-Distribusi jalur penyaluran barang
-Suplayer baja ringan yang mengiinkan keuntungan besar Sebagai contoh untuk perhitungan baja ringan sendiri antara lain. Adapun dalam RAB(rencana anggaran biaya) kita harus menentukan segala aspek pembiayaan Contoh kita ambiil kasus ada luas atap 150m2 dengan harga satuan Rp.200.000,00/m2 maka
perhitungannya

 Rp.200.000,00 x 150m2 = Rp.30.000.000,00 

Dalam proses penyambungan baja ringan tidaklah seperti kayu yang memakai bibir lurus , namun menggunakan sekrup untuk proses penyambungannya .berbagai macam bentuk profil baja sebagaiman sudah didesain untuk keperluan pembangunan.

Mungkin sedikit dari penulis yang dapat disampaikan karena kekurangan pasti akan selaluu ada jadi mohon para ahli ilmu dibidang bangunan untuk dapat menyempurnakan artikel ini,

 Terima kasih

 Salam sipil.

Related Posts:

0 Response to "KLASIFIKASI BAJA RINGAN "

Post a Comment